Pengumpan:
Tulisan
Komentar

Berikut adalah kutipan dari kompas Cyber: http://nasional.kompas.com/read/xml/2009/06/24/18211166/Tuntutan.Minta.Maaf.ke.JK.Salah.Alamat

=====================================================================================
Tuntutan Minta Maaf ke JK Salah Alamat

Rabu, 24 Juni 2009 | 18:21 WIB
Laporan wartawan KOMPAS Wisnu Nugroho A
MEDAN, KOMPAS.com — Juru bicara Tim Kampanye Nasional JK-Wiranto, Yuddy Chrisnandy, mengemukakan, tuntutan agar capres Jusuf Kalla meminta maaf atas beredarnya selebaran fotokopi pemberitaan Indonesia Monitor salah alamat.
“Jelas salah alamat. Tim Kampanye Nasional sama sekali tidak mengetahui selebaran itu. Tidak ada satu pun anggota tim yang berinisiatif sebarkan selebaran itu,” ujar Yuddy di Medan, Sumatera Utara, Rabu (24/6).
Lagipula, menurut Yuddy, selebaran fotokopi yang dibagikan saat kampanye Kalla di Asrama Haji Medan tidak masuk dalam kategori selebaran gelap. “Sumbernya jelas. Yang berbicara juga jelas. Itu laporan Indonesia Monitor. Kalau merasa difitnah, tempuh jalur hukum. Gugat Indonesia Monitor,” ujar Yuddy.
Selebaran dibagikan dari belakang kepada seluruh peserta kampanye yang umumnya ibu-ibu saat Kalla berkampanye dan membuka dialog dengan peserta kampanye di Asrama Haji, Medan, Sumatera Utara, Rabu (24/6).
Dalam selebaran itu, berisi wawancara dengan Habib Husein Al-Habsy dengan judul “Apa PKS Tidak Tahu Isteri Boediono Katolik”. “Habis, mau fotokopi lagi. Tadi cuma fotokopi 700 lembar saja,” ujar pembagi selebaran dengan pin JK-Wiranto di dadanya.
Isu agama bukan baru pertama kali dipakai dalam kampanye JK-Wiranto. Saat ke Pondok Pesantren Miftahul Huda, Purwakarta, tema agama diangkat pemimpin pondok pesantren sebagai alasan dukungan kepada Kalla.
Soal agama istri Boediono, Presiden PKS Tifatul Sembiring mengatakan bahwa kader PKS menjadi guru mengaji istri Boediono. Karena itu, istri Boediono beragama Islam.
=====================================================================

Juru Bicara Tim Kampanye JK-Wiranto, Yuddy Chrisnandy, beranggapan bahwa walaupun mereka mengetahui selebaran itu beserta isinya mereka tidak perlu meminta maaf. Namun Yuddy tidak melihat efek dari tindakan ini walaupun selebaran itu adalah laporan Indonesia Monitor. Pembagian selebaran tersebut bukan pada tempatnya dan dilakukan pada saat yang kurang tepat. Tindakan ini akan sangat mempengaruhi penilaian dari masyarakat lintas agama. Walaupun beberapa hari terakhir ini pamor JK-Wiranto naik, saya khawatir pamor itu akan jatuh jauh melebihi kenaikan pamor mereka.

Tulisan Sebelumnya »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.